Malang, 15 September 2026 – Fakultas Teknik Universitas Islam Malang (UNISMA) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan kegiatan Pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis Outcome-Based Education (OBE), Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan implementasi Project-Based Learning (PjBL), Case-Based Learning (CBL), penyusunan rubrik penilaian yang terukur, serta evaluasi ketercapaian capaian pembelajaran sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pembelajaran yang berkelanjutan. Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik UNISMA, Dr. Ir. Ena Marlina, S.T., M.T. dan menghadirkan pemateri Dr. Eng. Ir. Indradi Wijatmiko, S.T., M. Eng (Prac)., IPU., ASEAN Eng. Dosen Teknik Sipil dan Selaku Wakil Dekan 1, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya dan Anang Habibi S.ST., M.T. Dosen Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Islam Malang sebagai narasumber. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–15.00 WIB tersebut dilaksanakan di Gedung Rektorat Lantai 2, Ruang Abdul Mujib, Universitas Islam Malang, dan diikuti oleh seluruh dosen Fakultas Teknik.

Sesi pertama diisi oleh pemateri Dr. Eng. Ir. Indradi Wijatmiko, S.T., M. Eng (Prac)., IPU., ASEAN Eng. Peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai penyusunan RPS yang selaras dengan prinsip OBE, mulai dari perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), penurunan menjadi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), hingga penyusunan strategi pembelajaran yang efektif dan terukur. Pendekatan Project-Based Learning (PjBL) dan Case-Based Learning (CBL) menjadi fokus utama karena dinilai mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, serta kreativitas mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia nyata. Selain itu, dosen juga dibekali dengan teknik penyusunan rubrik penilaian yang objektif dan transparan untuk mengukur pencapaian mahasiswa pada setiap CPMK. Rubrik yang baik diharapkan mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai tingkat penguasaan kompetensi mahasiswa sekaligus menjadi dasar dalam melakukan perbaikan proses pembelajaran. Aspek penting lainnya yang dibahas adalah evaluasi ketercapaian capaian pembelajaran. Melalui evaluasi yang sistematis, dosen dapat mengidentifikasi tingkat keberhasilan pembelajaran, melakukan analisis kesenjangan, serta merumuskan tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada semester berikutnya.

Sesi kedua diisi oleh Anang Habibi S.ST., M.T. membahas mengenai pemanfaatan aplikasi OBE Pro sebagai instrumen pengukuran ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) mahasiswa. Dalam sesi tersebut, pemateri menjelaskan secara komprehensif mekanisme penggunaan aplikasi OBE Pro mulai dari pemetaan CPL ke CPMK, input data penilaian, pengolahan hasil asesmen, hingga penyusunan laporan ketercapaian pembelajaran secara otomatis. Pemateri menekankan bahwa penggunaan aplikasi OBE Pro dapat membantu program studi dan dosen dalam melakukan monitoring dan evaluasi capaian pembelajaran secara lebih sistematis, akurat, dan terdokumentasi. Melalui dashboard yang tersedia, dosen dapat mengidentifikasi tingkat ketercapaian CPL mahasiswa, menganalisis mata kuliah yang memerlukan perbaikan, serta menyusun strategi tindak lanjut berdasarkan data yang terukur. Dengan demikian, proses evaluasi pembelajaran tidak lagi hanya bersifat administratif, tetapi menjadi bagian penting dari mekanisme continuous quality improvement (CQI) yang menjadi salah satu prinsip utama dalam implementasi Outcome-Based Education (OBE). Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik UNISMA berharap seluruh dosen dapat mengimplementasikan RPS berbasis OBE secara optimal sehingga proses pembelajaran menjadi lebih terarah, terukur, dan mampu menghasilkan lulusan yang unggul sesuai dengan visi dan misi universitas.
