KAHMI Sumut Soroti Tanggung Jawab Pemko Atas Pelaku UMKM Tewas Tertimpa Pohon lowongankerja SLOT ONLINE INDONESIA

KAHMI Sumut Soroti Tanggung Jawab Pemko Atas Pelaku UMKM Tewas Tertimpa Pohon

Binjai.TvBerita.id


Niat Lila Apriyana (40) seorang pedagang lukisan mencari nafkah untuk menyambung hidup justru berakhir menjadi tragedi. Perempuan yang berjualan di kawasan Lapangan Merdeka Binjai itu meregang nyawa setelah tertimpa batang pohon besar yang tumbang ketika hujan gerimis disertai angin kencang melanda kawasan tersebut, Senin (14/9/2026) sore.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepergian Lila meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Di tengah duka yang belum reda, tragedi tersebut juga memunculkan pertanyaan yang lebih luas: sejauh mana keselamatan masyarakat yang beraktivitas di ruang publik menjadi perhatian dalam pengelolaan kawasan milik Pemerintah Kota (Pemko) Binjai?

Lapangan Merdeka bukan sekadar ruang terbuka. Setiap hari kawasan tersebut menjadi tempat masyarakat beraktivitas, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggantungkan penghasilan dari berjualan.

Ketua Bidang UMKM dan Koperasi KAHMI Sumatera Utara, Serasi Malem Sitepu, mengaku prihatin sekaligus berduka atas meninggalnya Lila. Menurutnya, tragedi tersebut harus menjadi perhatian serius Pemko Binjai, terutama menyangkut aspek keselamatan masyarakat dan nasib keluarga korban yang ditinggalkan oleh almarhum yang selama ini mencari nafkah.

“Sebagai pengelola kawasan, Pemko Binjai seharusnya memastikan aspek keselamatan, termasuk kondisi pepohonan yang berada di area publik yang menjadi tempat masyarakat mencari nafkah. Selain itu, nasib keluarga yang ditinggalkan juga harus diperhatikan,,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).

Serasi mengatakan, pemeriksaan dan perawatan terhadap pohon-pohon tua maupun yang berpotensi membahayakan perlu dilakukan secara berkala. Terlebih, menurut dia, insiden serupa disebut bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut.

Ia mengungkapkan, sebelumnya seorang tukang bakso keliling juga pernah tertimpa pohon di area yang sama hingga mengalami luka berat dan kakinya harus diamputasi.

“Kalau sudah pernah terjadi, tentunya harus menjadi evaluasi. Jangan sampai setelah ada korban baru dilakukan tindakan,” katanya.

Selain aspek keselamatan, Serasi juga mempertanyakan bentuk perhatian Pemko Binjai terhadap keluarga yang ditinggalkan Lila.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya perlu melihat peristiwa tersebut sebagai sebuah musibah, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang harus ditanggung keluarga korban setelah kehilangan orang yang selama ini menjadi bagian dari perjuangan mencari nafkah.

Ia berharap Pemko Binjai memberikan perhatian terhadap keberlangsungan kehidupan keluarga korban, termasuk masa depan dan pendidikan anak-anak Lila.

“Pemerintah harus melihat bagaimana keberlangsungan hidup keluarga korban, termasuk pendidikan anaknya. Jangan sampai setelah korban dimakamkan, persoalan selesai begitu saja,” ujarnya.

Serasi menilai, apabila terdapat unsur kelalaian dalam pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas publik, persoalan tersebut harus dievaluasi secara serius oleh Pemko Binjai.

“Tragedi ini bukan semata-mata musibah akibat cuaca, namun juga harus dilihat dari sisi pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas publik yang menjadi tanggung jawab Pemko,” tegasnya.

Tragedi yang menimpa Lila menjadi pengingat pahit bahwa ruang publik memiliki tanggung jawab keselamatan yang tidak kecil. Pepohonan yang selama ini memberikan keteduhan dapat berubah menjadi ancaman apabila tidak dirawat dan diawasi dengan baik.

Bagi keluarga, Senin (14/9/2026) mungkin akan menjadi hari yang tak pernah terlupakan. Lila datang ke Lapangan Merdeka dengan harapan memperoleh penghasilan dari berjualan. Namun, ia justru pulang dalam keadaan tak bernyawa. (Fdh)

Follow WhatsApp Channel tvberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

AJUDANZEUS SLOT

Updated: September 17, 2026 — 10:10 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *