Akun Facebook “Raja Sihombing” pada Sabtu (12/9/2026) mengunggah video [arsip], isinya memperlihatkan kilang minyak yang diklaim milik Iran.
Dalam video terdapat narasi:
“kilang minyak terbesar Iran ludes”
Hingga Rabu (30/9/2026), unggahan tersebut telah ditonton sebanyak hampir 470.000 tayangan, disukai lebih dari 3.600 akun, dibagikan lebih dari 150 kali, dan menuai hampir 480 komentar.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengusut kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “kilang minyak di irang terbakar pada September” di mesin pencari Google. Hasilnya, tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.
Penelusuran berlanjut dengan kata kunci “kebakaran kilang di Iran pada 2026”. Hasil teratas mengarah ke pemberitaan cnbcindonesia “Potret Israel Bombardir Depot BBM Iran, Asap Hitam Selimuti Teheran” yang tayang Senin (9/3/2026).
Dari pemberitaan tersebut diketahui bahwa serangan terhadap depot bahan bakar di Teheran terjadi pada awal Maret 2026. Dikutip dari Al Jazeera, serangan tersebut dilancarkan menggunakan pesawat nirawak milik AS-Israel dan menghantam empat fasilitas penyimpanan minyak serta sebuah pusat transfer minyak. Serangan memicu kebakaran hebat hingga asap tebal menyelimuti Kota Teheran.
Dari pengamatan TurnBackHoax terhadap cuplikan video yang diunggah akun Facebook “Raja Sihombing”, ditemukan kejanggalan terkait jumlah orang yang tiba-tiba terlihat banyak saat berlari. Atas temuan tersebut, TurnBackHoax menganalisis video itu dengan mengunggahnya ke pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, audio dalam video tersebut merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,4%.
Video yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,4%. Jadi, unggahan video berisi klaim “kilang minyak terbesar di Iran terbakar imbas serangan AS September 2026” itu merupakan konten palsu (fabricated content).
AJUDANZEUS SLOT